#Aku mungkin tak akan mampu jika spontan jauh darimu. Sebab itulah aku masih menghubungimu waktu per waktu. Tapi, bukankah jelas terlihat dari jeda yang kau terima. Hari, minggu, windu. Tak akan lagi ada aku.
#Kudekap takdirku, yang tak bisa memilikimu
Kubelai rinduku, yang kini terus memanggil namamu
Inilah aku yang mencintaimu dari kejauhan
Inilah aku yang selalu ada untukmu
Meski hanya sebagai bayangan
#Kau tahu! Sebenarnya ini menyebalkan.
Aku merindukan seseorang yang tak pernah lagi didekapan.
Aku rindu saat ia bicara. Aku rindu saat ia tertawa. Aku rindu segala hal tentangnya. Bahkan, saat ini matanya tak lagi menatap. Hangat senyumnya masih menetap. Sungguh, ini menyebalkan ...!!!
#Aku tidak suka ganjil. Sebab, ganjil adalah aku
#Sunyi adalah aku
Hanya harapan yang tak merasakan dan tak pernah mati
Rabu, 30 Mei 2018
Selasa, 29 Mei 2018
Antologi Puisi Dalam Buku "Imla Hati"
G
Pernak-pernik problema mengusik
Terangkum dalam satu kemasan klasik
Meski bisa dibilang sangat jauh dari kata apik
Semoga saja mampu membuat para pembacanya merasa asyik
"Imla Hati" Teriakan nurani yang kerap orang-orang simpan di balik rangka dada yang berkisi-kisi, tak terurai karena mereka merasa lebih baik dipendam sendiri
Disinilah. Di dalam buku ini, lahir dan hadir sebagai perwakilan segumpal daging yang mereka sebut "HATI"
Langganan:
Komentar (Atom)
Antologi Puisi #Season 2
•Elegi Cinta yang Membumi (sesyair dari FEE)• "Kisah yang menjadi tema dalam puisi-puisi di buku ini terinspirasi dari seorang wanita y...
-
G Pernak-pernik problema mengusik Terangkum dalam satu kemasan klasik Meski bisa dibilang sangat jauh dari kata apik Semoga s...
-
•Elegi Cinta yang Membumi (sesyair dari FEE)• "Kisah yang menjadi tema dalam puisi-puisi di buku ini terinspirasi dari seorang wanita y...
-
Hy guys... Buat kalian yg lagi ngalamin cinta yg bertepuk sebelah tangan, Nih saya share sedikit puisi sederhana, tapi jangan sampe bapera...










